Bagaimana kabar OpenSource saat ini ? Setidaknya saat saya menulis artikel ini.
Beberapa waktu lalu saya membaca seuah artikel yang ‘pesimistis’ mengenai perkembangan Linux yang kata sang penulis “tertatih – tatih”. Sekilas saya setuju dengan curahan hati sang penulis. Tapi kemudian saya ‘nyengir’ sambil garuk – garuk kepala dan ngomong sendiri :
“Kemana aja sih ini orang ? Jangan – jangan kebanyakan dan kelamaan make Window$ kali”.
Seperti artikel saya sebelumnya tentang kata “Open”, kalau kita memandang dalam ruang lingkup tanah air kita tercinta ini memang sepertinya betul sekali. Bagaimana mau berkembang OpenSource, kalau kebanyakan dari kalian getol sekali mempelajari dan mengutak – atik PHP sampai sejago – jagonya tetapi kemudian menjual aplikasi yang kalian buat dengan harga selangit ?
Saya jadi ingat perkataan, kalau tidak mau digigit ya jangan menggigit lah. Coba perhatikan kebanyakan paket OpenSource itu kebanyakan dari orang luar negeri. Gampangnya begini, adakah aplikasi Billing untuk Warnet yang gratis buatan anak Indonesia ?
Kalau kita bilang iya ada, terus tanya juga bisa dipakai atau tidak ? Jangan – jangan bikinnya asal – asalan lagi 8~) Kalau tidak ada, bandingkan dengan CCLFOX. Meskipun saya juga agak susah instalnya, apalagi memakainya ^_^ Tetapi bukan itu intinya, permasalahannya adalah sejauh mana kita mencintai OpenSource di hati kita. Nah lho …
Belakangan ini warnet saya ‘diserang’ virus yang menyebalkan sekali. Modusnya begini :
Setiap folder akan memiliki reinkarnasi file berekstensi .exe sesuai dengan nama folder tersebut. Sudah tidak asing dengan yang ini ya ? Selanjutnya, di setiap file .exe tersebut terselip sebuah file service.exe yang akan dicopy langsung oleh virus ke path C:\Windows\System32 Kerennya lagi, langsung jalan sebagai servis. Selanjutnya tahu sendiri apa yang terjadi kan ?
Registry editor di-disable, folder option di explorer hilang, dan yang dahsyat setiap membuka explorer selalu error dan crash (untung belum blue screen). Dan selanjutnya, Windows hang. Saya bilang Windows-nya yang hang, karena komputernya sebetulnya secara system masih baik – baik saja. Padahal, drive C: sudah di-deepfreeze dengan versi 6 lho.
Setelah hampir frustasi dan menyesal membeli license original dengan harga mahal untuk warnet, saya dapat trik yang lumayan lah dari pada lumanyun 8~)
Pertama, jika ada drive yang tidak di deepfreeze wajib di-scan terlebih dahulu. Saya sarankan menggunakan avast, karena … gratis ^_^ Selain itu, yang mampu mengenali virus ini cuma avast, meski proteksi realtime-nya tidak mampu mendeteksi (setidaknya saya sudah coba bandingkan dengan AVG Free dan Symantec Corporate 10.1).
Pada pertanyaan konfirmasi, jangan malu – malu pilih saja ‘Delete’ dan ‘Deleta all’. Nah, setelah itu matikan ‘System Restore’. Caranya : (maaf, jadi malu nih. Bukannya mau sok ngajarin ya bang)
- Setelah scan virus selesai, non-aktifkan deepfreeze. Restart komputer …
- Klik kanan icon “My Computer” dan pilih “Properties”. He he, saya gak bisa detail banget karena ngetik artikel ini make Linux seh. Nah, di situ ada pilihan “System Restore”. Cek pada opsi “Turn Off … bla .. bla .. blaa”.
- Masuk ke “Administrative Tools – Service”. Ada cara lain melaui “Control Panel” atau klik kanan icon “My Computer” dan pilih “Manage”.
- Cari service “Security Center”, klik dua kali atau klik kanan pilih “Properties”.
- Wel, selanjutnya terserah Anda mau mengikuti saran saya atau tidak. Karena langkah berikutnya adalah klik tombol “Stop”, dan ganti opsi “Automatic” menjadi “Disable”.
- Usahakan membac-up drive system Anda (misalkan C:) dengan menggunakan R-Disk. Norton Ghost agak ribet kalau menggunakan Hard Disk SATA^_^ Lagipun R-Disk berbasis Linux, jadi keren deh.
Kenapa langkah ini perlu (saya) lakukan ? Karena virus ini juga bisa menyebabkan Windows menjadi hang dengan banyaknya Notification yang ‘nongol’ di taskbar dan tidak bisa dihentikan (kecuali komputer di-restart atau dimatikan).
Setelah itu, restart deh komputer. Bisa dipastikan drive C: akan bersih, karena kan sudah di-deepfreeze sebelumnya 8~) Nah, virus di drive D: atau yang lainnya juga sudah hilang, karena kan sebelumnya saya sudah menyarakan scan dahulu menggunakan Avast (dengan update database terbaru). Virus bukan berarti tidak akan datang lagi, pasti selama masih menggunakan Windows (original) pasti akan datang. He he, Windows bajakan apalagi laah sama juga. Setidaknya, drive D: yang dijadikan tempat data harus rajin – rajin di-scan menggunakan Avast. Caranya gampang kok, dari Windows Explorer tinggal klik kanan dan pilih “Scan”. Pakai cara kejam, “Delete” dan “Delete All”.
Waduh – waduh, jad gak nyambung kok malah ngebahas Windows. Nah, ini dia masalahnya. Saya sudah membeli License Windows karena ‘terpaksa’ untuk menjalankan ‘Game Online’. Walaupun bukan masalah baru, tapi saya jadi ‘bete’ dan ‘cape deeeh’ menghadapi virus windows. Ada alternatif yang lebih gampang sih, buat saja akun di windows sebagai user biasa. Maka masalah tadi bisa lebih memungkinkan untuk dihindari. Tapi coba saja jalankan Game Online tanpa hak Administrator, mentok di nProtect. We keke kee keee, cape deeh.
Alhasil saya instal Linux. Di sini mulailah petualangan saya, meski sebenarnya bergelut dengan linux sudah bertahun – tahun. Masalahnya bukan pengalaman yang didapat, tapi biasanya ‘error’ yang tidak saya mengerti dan ‘limited driver’.
Setelah menghabiskan bandwidth sampai 50 GB sebulan (keren kan), saya download bermacam – macam distro. Di antaranya :
- OpenSuse 10.3 Live dan instal
- Granular Linux
- Vector dan Zencafe
- Famelix Linux (yang mirip banget windows)
- Linux Vixta (yang mirip Vista)
- Kubuntu versi terkahir
- PCLinuxOS Gnome Edition
- PCLinuxOS Mini 2008
- PCLinuxOS Muslim Edition 2008, karya anak Betawi. Thanqyu banget bang.
Sebenarnya saya jatuh cinta dengan OpenSuse. Tapi saya kesel banget ternyata samba sudah dihapus dari OpenSuse, tidak tanggung – tanggung langsung dari kernelnya. Gantinya adalah CIFS, yah saya kan ‘kagak ngarti’. Setelah jungkir balik tes semua distro di atas, saya pilih PCLinuxOS 2008. Terus, dikustomisasi melalui repository ftp://kambing.ui.edu. Hasilnya :
- Jadi mirip Vista (kecuali virusnya)
- Bisa jadi server dengan menjalankan Indobilling yang cool
- Jadi Print Server untuk printer Laser Samsung ML-1610 yang mantaf dan irit, dan Epson C90 + Infus yang murah dan bagus hasilnya (driver make C79).
- Jadi file server untuk koleksi MP3 dari semua client
- Jadi file server untuk sharing folder bagi semua client
- Jadi tempat scanner menggunakan Canon Lide
- Jadi tempat bluetooth. Ini yang keren nih, di Windows sering banget error. Untuk Windows XP SP2 jangan lupa patch untuk bluetooth. Tapi masalahnya bukan ini, bisa lah. Virus gitu looh … Di Linux malah bisa buka langsung HandPhone sampai ke folder dalem – dalemnya.
- Ngetik make Oxygen Office plus tambahan extension untuk crop picture
- Baca segala memory make card reader, dan flashdisk.
- Burning DVD dan CD make DVDRW eksternal dengan bantuan Box USb 2.0 lewat aplikasi K3B
- Mainin game. Saya gak nyangka, ternyata sekarang sudah banyak game Linux yang 3D. Malah ada yang mirip Counter Strike.
Setelah sukses saya pakai sebagai server, saya test install di client. Eh, ternyata bisa juga. Sharing printer dan file malah lebih ‘mangstab top markotop’. Billing masih mengandalkan Indobilling yang seharga 1,5 jt perak. Saya belum selesai bikin billing sih, nanti kalo sudah selesai akan saya lengserkan Indobilling ^_^ Desktop saya bikin mirip vista, meskipun sebenarnya saya lebih suka themes-nya Mac OSX. Tapi, gimana lagi gitu loh. Ini kan warnet.
Tidak lupa, saya instal Netbeans 6.0.1 untuk bahan oprek – oprek programming Java.
Akhirnya saya jadi mikir, sebenarnya gimana sih maksudnya Linux itu masih tertatih – tatih ? memang benar sih, End User itu maunya yang gampang. tapi menurut saya gampang itu tentu tidak identik dengan katro’ kan ?
Kalau mau kenal Linux ya harus belajar dulu lah, dulu juga begitu kan waktu belajar windows. Malah kursus dulu lagi di LPK, dan bayarnya mahal. Nah sekarang Linux begitu juga dong, kursus dulu ^_^ Atau setidaknya tanya ke orang yang lebih bisa. Dan kalau tidak mau pusing, ya minta instal kan saja ke teknisi ^_^
Akhirnya, sepertinya saya akan mengorbankan Game Online untuk waktu yang tidak ditentukan. Kecuali Game online tersebut sudah di-port ke Linux. Eh, maksud saya game Windows loh yang saya berhentikan. Game Linux malah saya lagi rajin – rajin download nih.
Akhirnya, yang membahagiakn saya adalah :
- Setelah pusing instal ini dan itu di PCLinuxOS 2008 yang Mini Editon itu, saya bisa remaster ulang. Dan hasil akhirnya adalah, saya punya Live CD Cymblot-NUX 8~)
- Dengan berbekal CD itu, saya tinggal instal saja ke setiap komputer di warnet.
- Asyik kan, gak perlu download – download dan setting – setting lagi untuk semua komputer ?
Jadi apakah Linux masih tertatih – tatih ? Di Indonesia mungkin kali’ ya, tapi kalau di luar sana Linux semakin dewasa. Juga para penggunanya bertambah dewasa setelah setia dengan Linux, bukannya masih jadi anak cengeng ^_^
Tertarik untuk memiliki CD hasil remaster saya ? Yang pasti saya gak akan ngebandrol Rp. 250.000,- Mungkin lebih 8~) Ya, untuk ongkos naik bis ke tempat saya, karena tempat saya lumayan jauh dari Jakarta.
Piss ………
Assalamu ‘alaikum.

11 responses so far ↓
nebulagame // March 21, 2008 at 8:50 am
Di upload dong mas. Open Source is free, right? He..he…
cymblot // March 26, 2008 at 4:11 pm
Mau aja sih, tapi ukurannya 2 GB lebih. Nanti cari tempat upload dulu yang mau nampung …
Sebenarnya tidak sulit kok (He he ..). Instal PCLinuxOS, kemudian tambahkan paket – paket pendukung. Selanjutnya tinggal pilih MakeRemaster dari utility. Jadi deh … 8~]
Have a nice try. OpenSource not alway mean free. Cek berapa harga aplikasi yang dibangun dengan engin PHP … Dan Free tidak selalu Open, coba saja minta Source Code dari antivirus AVG. Hebat deh kalau dikasih …
^_^
Hary // April 1, 2008 at 3:20 am
Selamat yah… sudah bisa remaster PC OS LINUX salut dech
mau belajar juga nih…. sayang waktu sudah tidak punya buat belajar ini dan itu sudah tersita untuk pekerjaan buat mencari sesuap nasih … he.. he…
peach….
Ainkg Thea // May 4, 2008 at 7:39 pm
Mas, Aku dah punya tuhhhh!!!!! heheheheehe…… tolong mas buat ke pengguna linux jangan terlalu dibebani dengan masalah financial. karena Linux berbeda dengan OS other…. tau kan yg ku masuk other…… kalau other itu adalah capitalyst product, kalau linux jgn sampai seperti itu…..
Ainkg Thea // May 4, 2008 at 7:44 pm
Buat, yg masih menggunakan product Other bajakan….. tolong insyafff!!!!!!!!!!!! sebelum terkena katarak…. woyyy
cymblot // May 11, 2008 at 10:42 am
Ehm,… Ainkg Thea teh siapa yah ? …
Kaya’ pernah denger2x,… apa dari dunia lain gitu ganti ? …
cymblot // May 11, 2008 at 10:58 am
Keknya lagi tertarik dengan vixta.sourceforge.net … Soalnya kan base-nya fedora 8, jadi bisa install Gyachii 1.1.26.
Tapi sayangnya tidak seringan dan semudah PCLinuxOS. Saya baru beli repository PCLinuxOS, nanti ngeramu lagi deh. Kalo sudah jadi, nanti saya rayu kambing.vlsm.org biar mau taro hasil remasterannya …
)
estawar // July 5, 2008 at 1:55 am
Sekarang dah di solo ya bos, mas eh manggilnya gimana ya
mas katanya mau mampir kalo ke jakarta kok ga kelihatan saya tungguin [CD PClinuxOS nya] hehehe… biar anak saya [hafiz] kenal os pertama kali dengan linux gitu loh… sekarang saya make ubuntu 8.04 Muslim Edition tapi lemot, mungkin PC saya kali yang ga bagus ya?
Carlozzz // August 10, 2008 at 7:15 am
Mas, ada Cain and Able ga? Mau jebol password nich….. Lagi banyak WEP yang bertebaran di bumi sorong, ha ha ha……
Udahan dulu ya mas….
Carlozzzz
Doniee // August 25, 2008 at 4:11 am
MAs…. C90 nya make Driver C79 yaa…
Tuh printer jadi LOla gak yaa..
soale aq pake C68 guttenprints 5.0 kalo g salah ^_^
maksudnya.. kalo tu printer jalan di Wendawaws.. kan agak cepet.. nah kalo punyaku di linux agak lamaa jeee.. progress ngeprinttnya…
balas di d0ni_keren@yahoo.com doninya pake angka nol ya bos.. Salaaammm
cymblot // September 16, 2008 at 4:25 am
Selama ini sih lancar – lancar saja, bahkan tidak pernah error catridge-nya. Sudah beberapa RIM kertas HVS dan Photo Paper baru sekali saja di-reset software, sudah menghabiskan beberapa botol tinta infus …