Cymblot’s Properties

Aku “Pedjoeang” …

January 16, 2008 · 2 Comments

Tuhan ku, …

Berikan aku sahabat yang bodoh

Agar dengannya dapat kutuang ilmu yang kumiliki. Agar dengannya bukan hanya kebekuan semua kebisaanku. Agar dengannya kau hapus ke-egoisanku. Agar dengannya, kan mampu menyelamatkanku di akhirat.

Tuhan ku, jangan kau berikan aku teman yang sombong. Karena dengannya KAU akan menyeretku pula ke neraka. Dengannya KAU sebut aku pencuri “Jubah kesombongan MU”. Dengannya KAU buat dunia sempit bagiku. Dan dengannya KAU buat kubur menghimpit ku.

Tuhan ku, ajarkan aku beda antara pejuang dan pecundang. Ajarkan aku tentang pejuang yang hidup dalam angan2x dan bayang2x semu dunianya. Ajarkan aku tentang pecundang yang berpikir telah berjuang. Dan ajarkan aku tentang pejuang yang dianggap pecundang.

Tuhan ku, siapakah pejuang dan pecundang dalam pandangan MU ?

Tuhan ku, aku bodoh … tapi aku tidak sombong. Aku bukan ahli ibadah, tapi aku tidak bermaksiat. Aku bukan khalifah, tapi aku tidak berkhianat. Aku disakiti, tapi ku hanya diam.

Maka dari itu Tuhan ku, ajarkan pada ku siapakah yang akan membalas sakit hati ku di saat ku diam ? Adakah kekasih dan sahabat selain MU yang mampu melakukannya ? Kuyakin hanya KAU yang mampu, yang akan menjadikan pejuang bagai pecundang di mata manusia dan di mata MU, yang selalu hidup dengan angan-angan dan bahagia dengan pujian dari dirinya sendiri.

Ataukah memang kupunya sahabat atau saudara ?

Ah, saudara dan sahabat itu seharusnya dekat. Bagaikan jantung yang selalu berdegup, tak pernah berhenti. Di saat sehat dan sakitku, di saat senang dan susah ku. Sahabat tak akan pergi seperti jantung yang selalu mengalirkan darah ke seluruh tubuh ku. Karena jika sahabat pergi, maka matilah ragaku seperti jantung yang enggan berdegup.

Tuhan ku, manakah yang layak kusebut sebagai saudara dan sahabat ? Karena jantung ku hanya satu, itu pun yang KAU beri dan selalu menjadi milik MU. Karena itu jadilah KAU sahabat ku selalu, hingga pada saatnya nanti ku kembalikan jantung ini untuk MU.

Tuhan ku, semoga KAU mendengar dan melihat semua keluh kesah dalam diam ku. Karena ku tahu KAU tak pernah salah melihat dan mendengar. Hingga ku yakin KAU pun mampu membedakan antara pejuang dan pecundang, meski perbedaannya tipis di mata manusia.

Tuhan ku, aku bukan pejuang dan tak pernah ingin menjadi salah satu darinya. Dan jika suatu saat kau hadapkan aku dengan para pejuang, aku senantiasa selalu siap. Karena ku tahu di hadapan MU mereka semua hanyalah pecundang, yang bergelimang khayalan akan betapa hebat dan dekatnya diri mereka dengan MU.

Ku cukup tahu Tuhan ku, mana yang layak KAU sebut sebagai pejuang dan sebagai pecundang. Karena akulah “Pedjoeang”.

Categories: Melankolist

2 responses so far ↓

  • Angel Heart // January 16, 2008 at 8:11 pm

    Pejuang yang berjuang untuk dirinya sendiri itu adalah pecundang. Pecundang yang tak kenal lelah dalam berjuang itu adalah pejuang. Antara pejuang dan pecundang tidak pernah sama dan bersatu, kecuali dipaksakan. Dan layaknya sesuatu yang dipaksakan, maka akan rusak dengan sendirinya.

  • estawar // August 18, 2008 at 10:12 am

    Asswrwb.
    Mas minta kirimin cymnux nya dong buat saya, nih alamat saya..

    Kaeroni
    The Patch – Internet & Online Games
    Jl. Cinere Raya Blok A 61, Jakarta Selatan 16514

    Sekalian cantumin nomer rekening bcanya untuk saya transfer ongkos kirim+burningnya.. saya tunggu ya mas makasih wasswrwb.

Leave a Comment